26 October 2013

Infeksi Jamur

Infeksi jamur umumnya menyerang kulit dan bersifat ringan. Infeksi ini biasanya menyerang lapisan terluar kulit, kuku, dan rambut, jenis jamur penyebab infeksi antara lain dermatofita (misalnya tinea), ragi/yeast (misalnya kandida), dan mold. Gejala dan kelainan yang timbul tergantung dari jenis organisme penyebab dan lokasi infeksi. Beberapa diantaranya berupa kulit kemerahan, bersisik dan gatal. Ada pula yang tampak sebagai kulit kering. Infeksi juga dapat menyerang lapisan kulit bagian dalam atau bahkan seluruh tubuh, terutama pada individu yang mengalami gangguan sistem imun.
Jenis

Sinonim

Gejala Klinis
Tinea pedis
Kutu air
·    Umumnya kelainan terjadi pada sela-sela jari kaki dan telapak kaki.
·    Kulit lunak berwarna keputihan, disertai dengan rekahan-rekahan (fisura)
·    Biasanya disertai rasa gatal, berbau, panas terbakar, atau nyeri seperti tersengat.
Onikomikosis/Tine unguium
Ringworm of the nails
·    Kuku mengalami kelainan bentuk, suram, menebal, dan rapuh.
Tinea kruris
Jockey itch atau ringworm of the groin
·    Kulit selangkangan dan sekitarnya berwarna kemerahan dan gatal.
Tinea korporis
Tine glabrosa
·    Mengenai berbagai tubuh yang tak berambut.
·    Lesi bulat/lonjong kemerahan dengan tepi tegas, dan bagian tengah lesi lebih tenang.
Tinea kapitis
Ringworm of the scalp
·    Kebotakan (alopesia), inflamasi pada kulit dan rambut kepala yang terkena.
Pitiriasis versikolor
Panu
·    Bercak-bercak putih bersisik pada kulit.
·    Umumnya menyerang bagian wajah, leher, bahu, lengan, dan badan.
·    Adakalanya timbul rasa gatal ketika berkeringat.
Kandidiasis
Thrush
·    Lesi (pseudomembran) berwarna putih kelabu yang bila terlepas dari dasarnya akan meninggalkan bekas berwarna kemerahan.
·    Umumnya lesi tampak di daerah lipatan payudara, ketiak, genital, dan rongga mulut.
·    Pada kandidiasis vagina: keluar cairan kental putih kekuningan dari vagina.

Anjuran Untuk Penderita.
  • Jaga kebersihan diri
  • Biasakan untuk mandi sekurang-kurangnya sekali sehari. Cuci kaki dua kali sehari dan keringkan dengan cara menekan-nekan (jangan digosok) dengan handuk.
  • Keringkan kulit secara menyeluruh sesudah mandi.
  • Biasakan agar masing-masing individu menyimpan dan menggunakan handuknya sendiri agar tidak tercampur jamur atau kuman penyakit.
  • Gunakan kaus kaki dan pakaian dalam dari bahan katun dan gantilah secara rutin sekurang-kurangnya sehari sekali.
  • Gunakan bedak anti jamur pada sepatu atau kaus kaki untuk mencegah proliferasi spora jamur.
  • Produk anti jamur umumnya perlu diberikan hingga dua minggu sesudah kulit bebas infeksi.
  • Untuk pengidap diabetes, jaga agar kadar gula dalam darah dalam batas normal.
Tips.
  • Beritahu penderita mengenai obat-obat apa saja yang di gunakan dan cara penggunaannya, termasuk nama obat, dosis, frekuensi penggunaan dll.
  • jika infeksi jamur tidak membaik atau bahkan mengalami kekambuhan, anjurkan untuk berobat ke dokter.
  • Beri tahu agar berdiskusi dengan dokter/spesialis mengenai cara pencegahan dan penanganan infeksi jamur. 
Pilihan Terapi.
Antifugal Oral dan Topikal

No comments:

Post a Comment