Anemia adalah kelainan darah yang paling banyak dijumpai, dimana kadar hemoglobin dalam darah mengalami penurunan sampai dibawah kisaran normal menurut usia dan jenis kelamin. Selain penurunan hemoglobin, pada anemia juga terjadi penurunan jumlah sel darah merah (eritrosit). Hemoglobin adalah komponen sel darah merah yang bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh. Jenis anemia yang terbanyak yaitu anemia defisiensi besi. Zat besi merupakan komponen esensial dari hemoglobin dan kekurangan asupan zat besi dalam makanan mengakibatkan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah.Defisiensi zat besi biasanya terjadi pada wanita usia subur, tetapi dapat juga pada bayi, anak-anak dan remaja dalam masa pertumbuhan. Anemia pernisiosa adalah salah satu jenis anemia dimana terjadi kekurangan substansi (faktor intrinsik) yang diperlukan tubuh untuk mengabsorbsi dan mengolah vitamin B12. Anemia jenis ini sering kali bersifat herediter (diturunkan) dan biasanya dialami oleh individu lanjut usia. Anemia defisiensi asam folat ditandai dengan berkurangnya jumlah sel-sel darah merah, dan sel-sel darah merah tersebut berukuran besar (abnormal) atau disebut juga anemia megaloblastik. Diet buruk dan kebiasaan mengkonsumsi akolhol merupakan penyebab terbanyak defisiensi asam folat. Selain itu, defisiensi asam folat juga dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti melabsorpsi dan penggunaan obat-obat tertentu misalnya antibiotik. Gejala anemia defisiensi asam folat antara lain : penurunan berat badan, diare, dan berkurangnya kemampuan untuk melakukan latihan fisik (berolahraga).
Apakah pasien mengalami keluhan sebagai berikut:
- Rasa lelah
- Lemah/lesu
- Napas memendek
- Pusing
- Kulit pucat (warna bibir, kelopak mata, kuku dan telapak tangan)
- Kecepatan denyut jantung meningkat
Jika "Iya" Apakah pasien memiliki riwayat:
- Kehilangan darah (karena cedera, pembedahan, menstruasi, inflammatory bowel disease (IBD), gangguan pembekuan darah
- Penyakit (misalnya kanker, terutama kanker gastro intestinal, infeksi parasit misalnya cacing.
- Efek samping obat misalnya antibiotik atau anti kanker.
- Diet yang buruk,
- Defisiensi zat besi atau vitamin.
Jika "Iya" Pasien mungkin mengalami anemia, lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berikan terapi yang tepat. Biasanya dilakukan pemeriksaan darah lengkap yang dapat menunjukkan adanya penurunan jumlah sel darah merah. Pemeriksaan diagnostik lainnya meliputi pemeriksaan hapus darah, kadar zat besi dalam darah, elektroforesis hemoglobin, aspirasi dan biopsi sumsum tulang, dan hitung retikulosit.
Interpretasi Gejala Anemia Pada Pasien
- Apabila seseorang mengalami gejala pucat dan lelah kemungkinan diagnosisnya adalah orang tersebut mengindap Anemia Defisiansi Besi
- Apabila kemampuan untuk berolahraga menurun, denyut jantung bertambah cepat, luka pada lidah, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan,gangguan daya ingat, gangguan keseimbangan dan gaya berjalan, rasa kebas pada tangan dan kaki kemungkinan diagnosisnya adalah orang tersebut mengindap Anemia Pernisiosa
- Menurunnya berat badan, diare, berkurangnya kemampuan untuk berolahraga kemungkinan diagnosisnya adalah orang tersebut mengindap Anemia defisiensi asam folat
Jenis Anemia
1. Anemia Defisiensi Besi
Merupakan jenis anemia terbanyak, yang disebabkan karena kekurangan zat besi dalam tubuh. Untuk menghasilkan sel-sel darah yang sehat, tubuh memerlukan zat besi dalam jumlah mencukupi. Wanita yang mengalami haid banyak dan individu dengan gangguan pencernaan, misalnya tukak, polip kolon, atau kanker kolon, beresiko mengalami anemia jenis ini.
2. Anemia Aplastik
Merupakan jenis anemia yang berbahaya, karena dapat mengancam jiwa. Disebabkan karena menurunnya kemampuan sum-sum tulang untuk memproduksi sel-sel darah (eritrosit, leukosit, dan trombosit). Anemia aplastik dianggap sebagai penyakit autoimun. Faktor-faktor yang berperan terhadap timbulnya anemia aplastik antara lain: kemoterapi, terapi radiasi, toksin yang terdapat dilingkungan, kehamilan, dan penyakit lupus.
3. Anemia Hemolitik
Pada anemia jenis ini, sel darah merah lebih cepat rusak sebelum sum-sum tulang memproduksi sel darah merah yang baru. Anemia hemolitik ditandai dengan gejala ikterus dan pembesaran limpa. Beberapa faktor pemicu seperti penyakit darah tertentu (menyebabkan peningkatan destruksi sel darah merah), penyakit autoimun (menyebabkan tubuh menghasilkan antibodi yang dapat menghancurkan sel darah merah secara prematur), atau obat-obatan (misalnya antibiotik) yang dapat merusak sel-sel darah merah.
4. Anemia Sel Sabit (Sikle cell anemia)
Anemia ini disebabkan karena kelainan hemoglobin sehingga menyebabkan sel-sel darah merah berbentuk menyerupai bulan sabit, sel-sel sabit ini hancur lebih cepat sehingga mengakibatkan jumlah sel-sel darah merah berkurang. Anemia sel sabit merupakan kelainan yang bersifat herediter (keturunan) dan terutama terjadi pada ras Afrika dan Arab.
Anjuran Untuk Pasien!!
- Makan makanan dengan gizi seimbang termasuk makanan yang kaya akan zat besi, misalnya buah-buahan, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, roti tawar berserat kasar, dan sayuran berwarna hikau daun.
- Terlalu banyak mengkonsumsi zat besi dapat menimbulkan bahaya, asupan zat besi secara berlebihan berhubungan dengan peningkatan resiko sirosis, kardiomiopati, diabetes, dan beberapa jenis kanker. Oleh karena itu dosis suplemen zat besi yang dikonsumsi harus sesuai dengan anjuran dokter.
- Yang termasuk makanan yang tinggi asam folat dan vitamin B12 Antara lain ikan, produk susu, daging, kacang polong, sayuran berwarna hijau tua, dan serealia.
- Konsumsi alkohol sebaiknya dibatasi dan suplemen asam folat sebaiknya diberikan selama kehamilan untuk mencegah infestasi cacing.
- Hindari paparan berlebihan terhadap bahan bakar (bensin), insektisida, zat kimia, dan zat-zat toksik lainnya, karena dapat menyebabkan anemia.
Tips!!
- Beritahu pasien mengenai cara penggunaan obat secara tepat, misalnya dosis obat, frekuensi penggunaan, khasiat obat dll.
- Pada kasus dimana anemia tidak membaik sesudah diterapi, anjurkan pasien untuk kembali ke dokter.
- Diskusikan dengan pasien mengenai cara pencegahan dan penanganan anemia.
Pilihan Terapi!!
- Anti Anemia / Vitamin Masa hamil dan Nifas

No comments:
Post a Comment