19 October 2013

Hilangnya Nafsu Makan Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Hilangnya atau berkurangnya nafsu makan (anoreksia) mengakibatkan berkurangnya asupan makanan, pada anak-anak, nafsu makan atau keinginan alami untuk mengkonsumsi makanan dikendalikan oleh kebutuhan energi tubuh mereka. Anak-anak yang aktif cenderung mengkonsumsi jumlah makanan yang lebih banyak, sementara anak yang kurang aktif, mungkin kurang atau bahkan tidak memiliki nafsu makan sama sekali. Anak dalam fase tumbuh kembang cepat akan mengkonsumsi makanan lebih banyak dibandingkan dengan anak dalam fase tumbuh kembang lambat. Diantara kedua fase tumbuh kembang ini, kebutuhan akan makan akan berkurang . Dalam kenyataan akan sulit membedakan antara menurunnya kebutuhan makanan yang normal dengan menurunnya nafsu makan. Selama laju pertumbuhan anak dalam batas normal, asupan makanan yang berkurang tidak perlu dikuatirkan. Hilangnya nafsu makan dapat dikaitkan dengan beberapa faktor seperti emosional (cemas, kesepian, depresi), fisik (cacat kongenintal yang menyebabkan gangguan proses menelan, penyerapan dan pengosongan makanan dalam saluran pencernaan), patologis (akibat suatu penyakit), dan sosio ekonomi (kebiasaan menahan lapar). Namun faktor penyebab tersering adalah penyakit kronik, infeksi, masalah gigi atau gusi, rasa nyeri dan masalah emosional. Saat anak mengalami penyakit, baik ringan maupun berat, nafsu makannya akan menurun. Selain itu menurunnya nafsu makan juga dapat disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur. Hilangnya atau berkurangnnya nafsu makan yang berlangsung dalam waktu yang lama dapat menyebabkan penurunan berat badan, masa otot dan gangguan proses penyembuhan.
Apabila anak menunjukkan gejala-gejala seperti hanya makan dan minum sedikit selama beberapa hari, berat badan turun drastis dan/atau disertai dehidrasi, dan tampak kurus. Dan gejala tersebut disertai keluhan mual, muntah, dan/atau demam, anak mungkin mengalami iritasi atau infeksi pada saluran pencernaan, misalnya gastromenteritis. 
Tetapi apabila tidak disertai  keluhan mual, muntah, dan/atau demam, perlu diamati kembali apakah anak mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti aminofilin, antihistamin, eritromisin, fenilpropanolamin, dan fenitoin? jika iya, hilangnya nafsu makan mungkin diakibatkan oleh obat-obatan tersebut, apabila obat-obatan tersebut diresepkan oleh dokter, konsultasikan dengan dokter yang bersangkutan untuk ditangani lebih lanjut. Tetapi apabila obat-obatan itu tidak diresepkan oleh dokter, hentikan penggunaannya, mungkin dengan menghentikan penggunaan obat dapat memulihkan nafsu makan. 
Jika anak tida mengkonsumsi obat-obatan seperti disebutkan diatas,dan apakah disertai dengan 2 atau lebih gejala berikut:
  1. Demam.
  2. Nyeri tenggorokan.
  3. Sakit kepala.
  4. Pembengkakan dan atau nyeri pada leher, ketiak, atau selangkangan.
  5. Lemah dan/atau letih.
  6. Kulit dan seklera mata berwarna kuning (ikterus).
  7. Nyeri pada segmen kanan atas abdomen atau teraba perlunakan pada bagian hati.
Jika didapati 2 atau lebih gejala seperti disebutkan diatas anak mungkin menderita infeksi virus seperti hepatitis A, mononukleosis. Segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berikan terapi yang sesuai. Dan apakah dari tjuh gejala diatas disertai dengan suhu tubuh yang sedikit meningkat, pilek, dan/atau batuk, jika iya, anak mungkin menderita infeksi virus, misalnya respiratory syncitial virus (RSV). Tetapi jika tidak, analisa kembali apakah disertai dengan gejala rewel dan kulit tampak pucat? Jika Iya, anak mungkin mengalami anemia defisiensi besi (lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berikan terapi yang sesuai). Jika Tidak disertai dengan gejala rewel dan kulit tampak pucat, apakah anak tersebut berusia sekitar 2 tahun? Jika Iya, hilangnya nafsu makan mungkin masih dianggap normal karena laju pertumbuhan pada usia tersebut cenderung lambat (Lihat anjuran untuk pasien dibawah). Akan tetapi jika anak tidak berusia 2 tahun, sebaiknya rujuk ke dokter spesialis anak. Gejala-gejala tersebut mungkin disebabkan karena panyakit lain. 

Anjuran untuk pasien!
  • Buatlah waktu makan menjadi saat yang menyenangkan . Sajikan makanan dalam berbagai bentuk menarik yang disukai anak.
  • Buatlah makanan yang disukai anak tetapi pastikan terlebih dahulu bahwa makanan tersebut mengandung gizi yang cukup dan seimbang.
  • Tambahkan aneka bumbu atau rempah-rempah kedalam makanan anak untuk memperkaya cita rasa.
  • Memberikan makanan dalam porsi kecil tetapi sering, mungkin lebih membantu meningkatkan nafsu makan dibandingkan dengan memaksa anak makan 3 kali sehari dalam porsi cukup besar.
  • Bila memungkinkan, ajak anak makan bersama anggota keluarga atau orang lain.
  • Tingkatkan aktifitas pada anak sehingga anak merasa lapar dan ingin makan lebih banyak.
  • Kenali penyebab hilangnya nafsu makan pada anak.
  • Jika penyebabnya adalah rasa mual, segera atasi rasa mual tersebut.
  • Suplemen vitamin dan nutrisi dapat diberikan atas pengawasan dan anjuran dokter atau ahli gizi.
  • Obat perangsang nafsu makan dapat diresepkan apabila anak tetap mengalami penurunan berat badan.
  • biasakan anak banyak minum air setiap hari untuk mencegah dehidrasi.
Tips.
  • Beritahu orang tua mengenai cara penggunaan obat secara tepat, termasuk nama obat, dosis, frekuensi penggunaan, efek obat dan lain-lain.
  • Bila setelah pengobatan tidak terjadi perubahan, segera bawa anak ke dokter spesialis anak. 
  • Lakukan diskusi denga dokter atau ahli gizi mengenai cara pencegahan dan penanganan gangguan nafsu makan pada anak.
Pilihan Terapi!
  1. Pilihan terapi yang pertama dapat dilakukan adalah dengan memberikan perangsang nafsu makan, selain meningkatkan nafsu makan, preparat ini mengandung vitamin dan mineral serta nutrisi lain yang dibutuhkan oleh anak. Akan tetapi penggunaan obat-obatan dan terapi lain hanya boleh dilakukan atas sepengetahuan dokter.
  2. Pilihan terapi yang kedua adalah dengan pemberian vitamin pediatrik dan mineral. Suplemen ini diformulasikan khusus untuk anak-anak dan mengandung hampir semua vitamin dan mineral yang dibutuhkan anak. Produk yang termasuk dalam golongan ini hanya berfungsi sebagai pelengkap bukan sebagai pengganti makanan. Makanan yang terbuat dari bahan-bahan alami tetap merupakan sumber nutrisi terbaik.  Contoh vitamin yang dapat meningkatkan nafsu makan adalah vitamin B1 (Tiamin) dan vitamin B12 (Kobalamin). Vitamin B1 bermanfaat menstabilkan nafsu makan, membantu pencernaan karbohidrat, menunjang proses pertumbuhan, serta membangun tonus otot yang baik pada anak. Vitamin B12 membantu pembentukan dan regenerasi sel darah merah, mencegah anemia, serta menunjang proses perkembangan anak. 
  3. Pilihan terapi yang ketiga adalah dengan pemberian suplemen alami seperti jahe, daun basil, anggur, madu, nanas, wortel.
Produk Perangsang Nafsu Makan.
  1. Curcuma Plus.
  2. Curfos.
  3. Curvit.
  4. Curvit-CL Emulsion.
  5. Fortelysin.
  6. Kuminta.
  7. Lyxanvit.
  8. Vitacur.
  9. Xanda, dll.

1 comment:

  1. Nafsu makan hilang , ckup berikan Kurkur dan suplemen khusus untuk anak Tara Kid. Pasti doyan makan lagi dan badan ga cepet sakit

    ReplyDelete